Indonesia | English   

BERITA TERSERU
PERAYAAN IMLEK DI SD MARIA FRANSISKA
Perayaan Tahun Baru Imlek di SD Maria Fransiska berlangsung meriah, acara ini merupakan agenda tahunan dengan menghadirkan atraksi Barongsai yang digelar di halaman sekolah. Atraksi Barongsai berlangsung Hari Jumat,22 Februari 2013 yang dimulai dari pkl 09.00 – 10.30, sebanyak dua kali secara bergantian....
Wisata Ice Cream
...Setelah itu kami diajak berkeliling melihat-lihat dari balik kaca bagaimana keadaan pabrik es tersebut. Tabung-tabung besar, cup-cup es krim berjalan mengikuti alurnya. Pemandu menceritakan proses pembuatan, ...
Wisata Edukasi ke SARI ROTI
Pagi itu berbeda dengan pagi – pagi yang lin selama sekolah di SD, anak – anak kelas satu amat sangat bergembira, tersirat dari gerakkan mereka yang lincah. Pagi itu...
Hari Olahraga Patriae (HOPe)
Seperti yang kita ketahui bahwa pada September 2012 lalu, kita memperingati PON ke- XVII. Dimana pada Pekan Olahraga Nasional ini,...
Keluarga Kedua
Teater merupakan bagian dari seni pertunjukan yang menggabungkan antara seni peran dan seni-seni lainnya seperti seni musik, tata rias, tata cahaya, dan tata ruang. Sebuah kesenian yang kompleks ini...
Live In Desa Jaten, Argosari, Sedayu, Jawa Tengah

Live In Desa Jaten, Argosari, Sedayu, Jawa Tengah SMA Pax Patriae Angkatan 2012/2013

Minggu (10/03/13), BEKASI — Salah satu kegiatan tahunan SMA Pax Patriae yang biasa disebut live in telah kembali dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2013 silam. Live in adalah sebuah kegiatan yang dimaksudkan untuk membangkitkan semangat kemanusiaan siswa dengan menerjunkan mereka secara langsung ke sebuah desa terpencil dan jauh dari kata modernisasi. Untuk tahun ini, siswa-siswi SMA Pax Patriae berkesempatan untuk merasakan kehidupan di Desa Jaten provinsi Jawa Tengah. Selama lebih kurang seminggu, siswa menetap di 23 rumah penduduk secara berkelompok (2-3 orang) dan mengikuti berbagai macam pekerjaan yang digeluti oleh orang tua angkat mereka di sana.

Berharap kehidupan yang santai dan menyenangkan seperti tinggal di kota, dimana semua kebutuhan kalian telah tersedia? Tentu siapapun memiliki harapan demikian dimanapun kalian berada. Tapi kenyataannya tidak seindah yang dibayangkan. Memang, pemandangan cantik nan asri, udara segar, dan suasana yang hangat segera menyambut kami. Mata kami dimanjakan dengan lingkungan indah yang sulit ditemui di kota besar. Keluarga angkat kami pun menerima kami dengan senang hati. Dimulai dari acara pembukaan dan serah-terima siswa-siswi SMA Pax Patriae, kami segera dibawa ke rumah keluarga masing-masing. Rumah-rumah yang ditempati jelas tidak senyaman rumah di kota; tidak ada AC (walau suhu di sana memang sudah cukup dingin), ada yang kamarnya sedikit bocor, ada yang harus tidur dengan beralaskan tikar, bahkan ada yang mandi harus menggunakan sumur atau pergi ke wc umum terdekat. Terlebih, kami juga harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak biasa kami lakukan ketika di kota, seperti; menyapu, cuci piring, cuci baju, pergi ke pasar, berjualan keliling, membuat sangkar burung, dan ada juga yang ikut orang tua angkatnya bekerja di sawah. Pekerjaan yang biasanya hanya kami lihat dengan mata, sekarang harus kami lakukan dengan tangan kami sendiri. Ini sungguh hal yang baru bagi kami.

Selama kami hidup di sana, kami mulai mengerti banyak hal. Kehidupan memang tidak semudah seperti yang kita dengar, lihat, maupun ucapkan. Kalau hanya melihat di televisi, membaca di koran-koran, atau mendengar siaran radio mengenai sulitnya kehidupan di daerah-daerah pelosok jelas kita akan merasa iba dan terharu. Tapi bagaimana ketika kau mengalaminya sendiri? Ternyata kami menyadari, bahwa benar adanya banyak orang di luar sana yang bekerja sekeras mungkin demi menghidupi kehidupan sehari-hari. Mereka sangat menghargai setiap hasil jerih payah yang mereka dapat, mau itu hanya sepuluh ribu, lima ribu, atau bahkan hanya seribu rupiah saja. Mereka mungkin mengeluh, tapi mereka tidak menyerah pada kehidupan. Kami melihat banyak orang-orang tua yang menempuh perjalanan hingga berkilo-kilometer untuk kemudian bekerja di sawah. Banyak orang yang bekerja hingga subuh ke tempat yang begitu jauh. Banyak orang yang berkeliling di bawah terik matahari untuk menjualkan barang dagangannya. Ataupun, ada juga yang harus berhadapan dengan kuali yang begitu panas untuk menghasilkan sesuatu yang bisa dia jual. Hal tersebut mereka lakukan setiap hari, mengalirkan keringat tiada henti sambil mengingat keluarga mereka di rumah. Siswa-siswi SMA Pax Patriae yang turut mengikuti jejak orang tua angkat mereka pun akhirnya mengerti, ‘Oh, ternyata susah ya berjualan itu.’; ‘Oh, ternyata membuat sangkar burung itu membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit ya.’; atau ‘Oh, membuat kerupuk dan menjualnya itu ternyata melelahkan ya.’; dan juga ‘Oh, jadi seperti ini cara kita mendapat beras yang kita makan setiap hari. Ternyata tidak mudah ya.’; dan sebagainya.

Begitu banyak hal yang dapat siswa-siswi pelajari dari kegiatan live in ini. Karena dalam waktu seminggu itu, mereka bukan lagi hanya melihat dan mendengarkan melainkan ikut melakukan dan merasakan. Banyak hal kecil yang semakin membuat siswa-siswi mandiri, seperti: ? Menghargai setiap penghasilan yang diperoleh, karena merupakan anugerah dari Tuhan ? Bekerja demi kepentingan keluarga dan bersama, bukan hanya untuk diri sendiri ? Bergotong-royong untuk menjaga keasrian lingkungan, juga mempererat tali persaudaraan ? Saling membantu dalam menyelesaikan suatu masalah ? Memanfaatkan apa yang ada sebisa mungkin dan tidak berlebihan ? Menghadapi hidup dengan senyuman bersama-sama ? Selalu menyapa dan memberikan senyuman saat berpapasan

Yang terpenting dalam kehidupan adalah rasa syukur. Menghadapi kehidupan dengan tegar dan suka cita, juga selalu mengucap syukur atas apapun yang kamu terima hari ini akan selalu membuat hari-harimu yang sebenarnya berat menjadi lebih ringan. Setelah hampir seminggu kami berada di sana, kami pun harus berpisah dengan “keluarga” kami dan kembali berpulang dengan berbekalkan banyak makna kehidupan. Kegiatan live in SMA Pax Patriae memanglah singkat, tapi hasil yang didapat sungguh berlimpah-limpah. Dengan ini, diharapkan siswa-siswi SMA Pax Patriae dapat tumbuh menjadi anak bangsa yang dapat menyejahterakan kehidupan bersama kelak.

Anastasia Zakaria XI IPA 2013
paxhigh.com © 2011-2013. Allright reserved